Presiden Prabowo Tinjau Langsung Korban Bencana di Aceh dan Sumut

Berita159 Dilihat

Di tenda pengungsian, anak-anak menghampiri Presiden untuk berjabat tangan. Presiden membalas kehangatan dengan memeluk, menggendong, bahkan mencium kening anak-anak.

Tinjau Posko di Langkat

Keesokan harinya, Sabtu (13/12/2025), Presiden meninjau posko pengungsian di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Langkat, Kabupaten Langkat, Sumatra Utara. Sebanyak 299 kepala keluarga atau 1.015 jiwa mengungsi di lokasi tersebut.

Presiden meninjau dapur umum dan memastikan proses pengolahan makanan berjalan lancar. Presiden juga menyapa satu per satu pengungsi dan menanyakan kondisi kesehatan mereka.

Di posko kesehatan, Presiden berinteraksi dengan seorang ibu yang sedang memeriksakan anaknya. Presiden menyeka wajah anak tersebut dengan handuk pribadinya sambil mendoakan agar lekas sembuh.

“Semua warga yang mengalami musibah akan kita bantu karena saudara-saudara adalah bagian dari kami, semua kita adalah keluargamu. Kalian adalah keluarga kami, kami tidak akan tinggalkan kalian sendiri,” kata Presiden.

Bawa Dukungan Psikologis

Peneliti Utama Indikator Politik Indonesia Bawono Kumoro menilai, kehadiran Presiden membawa dukungan psikologis bagi korban. Pemerintah menunjukkan agenda kemanusiaan menjadi prioritas.

“Kita melihat pola yang konsisten: Presiden tidak hanya mengeluarkan instruksi, tetapi hadir langsung untuk memastikan percepatan di lapangan. Untuk seorang pemimpin yang berusia hampir 75 tahun, tingkat mobilitas dan dedikasi beliau dalam memprioritaskan keselamatan rakyat dapat dikatakan sangat luar biasa,” ujar Bawono, Sabtu (13/12).

Selama di lokasi, Prabowo mengarahkan percepatan distribusi logistik, alat berat, dan layanan kesehatan. Pemerintah juga mengoordinasikan pembukaan kembali akses jalan yang terputus serta peningkatan mobilisasi bantuan udara.

Bawono menilai Prabowo berhasil menjaga keseimbangan antara kepentingan dalam dan luar negeri. Rangkaian perjalanan Presiden menunjukkan bahwa diplomasi global dan respons bencana bukan hal yang saling meniadakan.

“Presiden memastikan Indonesia tetap aktif di tingkat internasional tanpa mengurangi fokus pada kebutuhan rakyat di lapangan. Ini yang kemudian membuat masyarakat merasa negara hadir sepenuhnya dan memberi harapan terhadap percepatan pemulihan,” jelasnya.

Di berbagai titik peninjauan, warga menyampaikan apresiasi atas mulai lancarnya penyaluran bantuan. Bantuan meliputi logistik pangan, layanan kesehatan, serta dukungan evakuasi.

Pemulihan Butuh Waktu

Sebelumnya, Presiden Prabowo menegaskan pemerintah berupaya maksimal membantu korban bencana. Namun, pemulihan tidak bisa dilakukan secara instan.