Miliarder Amerika Tawarkan Penghargaan untuk Pahlawan di Tragedi Penembakan Bondi

Berita168 Dilihat

“[Naveed Akram] diperiksa berdasarkan hubungannya dengan orang lain dan penilaian menunjukkan bahwa tidak ada indikasi ancaman berkelanjutan atau ancaman kekerasan yang akan dilakukannya,” kata Albanese.

ABC melaporkan penyelidikan kontra-terorisme tersebut melibatkan sel ISIS. Namun polisi tidak menemukan indikasi bahwa pelaku merencanakan serangan jauh-jauh hari.

Sajid Miliki Enam Senjata Api Legal

Sajid memiliki izin senjata api Kategori AB. Ia memiliki enam senjata yang terdaftar secara legal atas namanya dan telah memiliki izin tersebut selama satu dekade.

Komisaris Polisi NSW Mal Lanyon mengonfirmasi keenam senjata api tersebut telah ditemukan. Empat senjata laras panjang termasuk senapan disita di lokasi kejadian, sementara senjata lainnya ditemukan saat penggerebekan di rumah di Campsie.

Lanyon menolak berkomentar tentang laporan yang menyebut manifesto atau bendera ISIS ditemukan di dalam mobil pelaku. Polisi masih menyelidiki motif pasti di balik penembakan massal tersebut.

Sajid tiba di Australia dengan visa pelajar pada 1998. Ia kemudian beralih ke visa pasangan pada 2001 dan memiliki visa penduduk tetap.

Naveed adalah warga negara kelahiran Australia. Ia tinggal bersama kedua orang tuanya dan dua saudaranya di rumah dengan tiga kamar tidur di Bonnyrigg yang dibeli pada 2024.

Jadi kolumnis di IndoKoran.com!
Tulis apa saja, gaya bebas sesukamu. Cerita-cerita keseharian, pemikiran, atau perasaanmu. Baca ketentuannya di sini.