Lebih dari 1.300 Korban Keracunan MBG di Bandung Barat, Dua Dapur Ditutup

Nasional112 Dilihat

BANDUNG BARAT – Korban keracunan makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Bandung Barat terus bertambah. Hingga Kamis (25/9), jumlah korban mencapai 1.315 orang dari dua kecamatan.

Kebanyakan korban adalah siswa SD hingga SMA yang mengalami mual, pusing, dan sesak napas. Data tersebut tercatat di Posko Cipongkor dan Posko Cihampelas sejak Senin (22/9).

“Kalau hari ini yang keracunan kedua, ada 730 orang,” kata Kepala Puskesmas Cipongkor, Yuyun Sarihotimah.

Kasus pertama terjadi pada Senin (22/9) hingga Selasa (23/9) dengan 393 korban. Keracunan kedua terjadi pada Rabu (24/9) dengan menu berbeda dari sebelumnya.

Pemerintah Kabupaten Bandung Barat telah menetapkan kejadian ini sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB). Pantauan di posko menunjukkan beberapa korban masih mendapat perawatan.

Badan Gizi Nasional (BGN) merespons dengan menutup dua dapur MBG di Bandung Barat. Kedua Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) tersebut kini sedang diinvestigasi.

“SPPG ini sudah dinonaktifkan. Kalau nanti terbukti ada unsur pidana, misalnya dari sampel makanan ditemukan zat tertentu, maka akan dipidanakan,” kata Wakil Kepala BGN Nanik S Deyang.

BGN menyatakan siap mengambil tindakan tegas terhadap SPPG yang lalai. Investigasi melibatkan kepolisian, BPOM, dan Dinas Kesehatan.

“Satu nyawa pun itu adalah KLB bagi kami. Kami sangat concern untuk melakukan perbaikan,” tegas Nanik.

Investigasi awal menemukan pelanggaran prosedur memasak. Makanan dimasak pagi hari tetapi baru dikonsumsi lebih dari enam jam kemudian.

“Ini jelas kesalahan SOP. Kalau chef yang bersertifikasi, dia paham bahwa makanan tidak bisa dibiarkan terlalu lama,” ujar Nanik.

Aturan BGN menetapkan makanan matang maksimal dikonsumsi dalam waktu enam jam. Program ini juga tidak memperbolehkan pemanasan ulang makanan.