Cuaca Panas Banget, BMKG Jelaskan Penyebabnya

Berita147 Dilihat

JAKARTA – Banyak warga mengeluh cuaca belakangan terasa lebih panas dari biasanya. Pagi hingga malam hari udara tetap gerah, padahal sudah memasuki musim hujan.

BMKG memberikan penjelasan soal fenomena ini. Ternyata, panas yang dirasakan masyarakat bukan karena gelombang panas.

“Udara panas yang dirasakan pagi dan malam hari bukan gelombang panas, melainkan bagian dari dinamika atmosfer saat masa peralihan,” jelas Deputi Bidang Meteorologi BMKG Guswanto, Senin (13/10/2025).

Guswanto mengatakan Indonesia sedang berada di masa peralihan atau pancaroba. Periode ini adalah transisi dari musim kemarau menuju musim hujan.

Masa pancaroba diprediksi berlangsung sampai 16 Oktober 2025. Pada periode ini, pola cuaca menjadi tidak stabil.

“Pola cuaca menjadi tidak menentu, siang hari terasa panas ekstrem, sore turun hujan deras, dan malam hari tetap hangat karena kelembapan tinggi,” ujarnya.

Langit cerah tanpa awan tebal membuat sinar matahari langsung mengenai permukaan bumi. Radiasi yang kuat ini membuat suhu udara meningkat sepanjang hari.

Pemanasan bumi yang kuat juga memicu terbentuknya awan hujan besar. Karena itu, sore atau malam hari sering turun hujan deras meski siang hari panas terik.

Posisi Matahari Bergeser ke Selatan

Direktur Meteorologi Publik BMKG Andri Ramdhani menambahkan faktor lain yang bikin cuaca panas. Posisi matahari saat ini bergeser ke arah selatan Indonesia.

“Memasuki bulan Oktober, posisi gerak semu matahari berada di sekitar ekuator dan bergerak ke arah selatan. Kondisi ini menyebabkan intensitas radiasi matahari di wilayah Indonesia, terutama bagian tengah dan selatan, berada pada tingkat maksimum yang turut meningkatkan suhu udara di permukaan,” jelasnya kepada CNBC Indonesia, Selasa (14/10/2025).

Pergeseran matahari ini membuat pertumbuhan awan hujan di wilayah selatan jadi jarang. Tidak ada awan yang menutup sinar matahari, sehingga panasnya langsung terasa.

Ditambah lagi, Monsun Australia yang menguat membawa massa udara kering dan hangat. Kelembapan udara di lapisan bawah atmosfer jadi rendah, sehingga pembentukan awan terbatas.