BANDUNG – Anggota DPR RI Atalia Praratya resmi mengajukan gugatan cerai terhadap suaminya, mantan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. Sidang perdana dijadwalkan berlangsung pada Rabu (17/12) di Pengadilan Agama Kota Bandung.
Panitera PA Kota Bandung Dede Supriadi membenarkan perkara tersebut telah terdaftar pekan lalu. “Iya betul, didaftarkannya antara Kamis atau Jumat kemarin,” ujarnya saat dikonfirmasi melalui telepon, Senin (15/12).
Dede belum merinci materi gugatan yang diajukan Atalia. Ia menyatakan agenda persidangan akan dilaksanakan dalam waktu dekat, sementara informasi lebih lanjut akan disampaikan Humas PA Kota Bandung.
Kedua politikus Partai Golkar ini telah menjalani pernikahan selama 29 tahun. Mereka menikah pada 7 Desember 1996 dan dikaruniai dua anak, Emmeril Kahn Mumtadz dan Camillia Laetitia Azzahra.
Pertemuan Ridwan Kamil dan Atalia terjadi di Bandung pada 1994 saat Ridwan masih kuliah di Institut Teknologi Bandung. Ridwan harus bersaing dengan banyak pria untuk mendekati Atalia, termasuk anggota TNI dan polisi.
Ridwan memilih cara unik dengan mendekati ibunda Atalia terlebih dahulu melalui obrolan di dapur. Strategi tersebut berhasil merebut hati keluarga dan Atalia sendiri.
Setelah berpacaran dua tahun, mereka menikah saat Ridwan berusia 25 tahun dan Atalia 23 tahun.
Keduanya dikenal saling melengkapi, Ridwan sebagai sosok ambisius dan pekerja keras, sementara Atalia memiliki karakter lembut namun tegas.
Ridwan memulai karier politik sebagai Walikota Bandung pada 2013. Ia kemudian terpilih sebagai Gubernur Jawa Barat pada 2018 dan sempat maju di Pilkada DKI Jakarta 2024.
Atalia mengikuti jejak suami dengan terjun ke politik. Pada Oktober 2024, ia dilantik sebagai anggota DPR RI dari Fraksi Golkar dan bertugas di Komisi 8 yang membidangi keagamaan, sosial, kebencanaan, perempuan, dan anak.
Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara 2024, Atalia memiliki harta sebesar Rp 26,5 miliar. Sebagian besar hartanya berupa tanah dan bangunan.
Ridwan Kamil tercatat memiliki harta Rp 22,76 miliar per akhir 2023. Hartanya didominasi tanah dan bangunan senilai Rp 17,86 miliar, kas dan setara kas Rp 5,93 miliar, serta alat transportasi Rp 771,9 juta.
